seragammu tiada guna.
wibawamu kini telah rusak.
bahkan harga dirimu juga kini sudah berkerak.
semuanya telah benci dan tidak cinta.
kau pikir dirimu masih hebat.
kau pikir dirimu masih punya wibawa.
kenyataannya dirimu kini sudah bejat.
kelakuanmu,wibawamu,seragammu,lebih baik kau buang saja.
meskipun kau punya kedudukan tertinggi.
namun sekarang,banyak orang yang muak kepadamu.
kini semua kebanggan kepadamu telah ternodai.
ternoda dengan tingkah lakumu.
meskipun tidak semuanya seperti itu.
krisis kepercayaan kini sudah merasuk ke jiwa kami.
kami rakyat bangsa indonesia yang begitu muak kepadamu.
uang kini bisa membeli harga diri.
kau tak ayal seperti anjing.
kau tak ayal seperti kotoran manusia.
semuanya terlihat menjijikkan dimata.
apakah kau sekarang masih penting?
penting dalam hal tertentu,namun kau masih kotor dimata kami.
bak kotoran manusia yang sudah berkerak dan kering.
bisakah kau mengembalikan rasa kepercayaan kami.
apakah menurutmu itu penting?
jika memang itu penting,buktikanlah kalau kamu masih pantas untuk dibanggakan.
15 Desember 2009
MASIH PANTASKAH POLISI UNTUK DIBANGGAKAN?
Label: PUISIKU
post by KOJIRO IRAWAN TRI JAYANTO di 7:36 PM 0 komentar
15 November 2009
DIMANA KALIAN SEMUA
ku menangis dengan sekeras-kerasnya.
ku berteriak dengan sekeras-kerasnya.
aku curahkan semua rasa amarahku.
aku umpat segala yang menjadi beban pikiranku.
aku lemas dan duduk terdiam.
aku tertawa sendiri.
lega rasanya, sehingga aku tertidur dengan legam.
aku merasa lebih baik hari ini.
aku sendiri, kesunyian menemaniku.
aku sendiri, diatas beban yang aku pikul sendiri.
aku rindu.
aku tangisi hari kemarin dan hari ini.
sebuah gambar tersirat diwajahku.
begitu jelas dan menyakitkan.
aku rindu.
aku hempaskan badanku dengan rasa pesakitan.
aku ingin pulang.
kan kupeluk ayah ibuku.
kan kupeluk semua keluargaku.
aku ingin pulang.
tapi aku tidak tahu arahnya.
aku merasa malu sekali.
aku malu sekali.
aku merasa putus asa.
tak ada arah jalan tujuan yang pasti.
aku kehilangan kendali.
kakak-kakakku dimana.
ayah ibuku dimana.
kakek nenekku dimana.
paman bibiku dimana.
aku berteriak pada semuanya tapi mereka malah berlari.
jangan tinggalkan aku disini sendiri.
aku cengeng dan manja
aku anak kecil sekali.
aku tidak menemukan jati diri.
aku sendiri lagi, semuanya sirna.
semua aku rasakan aneh sekali.
aku merasakan rasa amarah yang begitu mendalam.
diantara mereka dan dihati yang begitu legam.
aku menangis dan terus menangis didalam kesendirian diri.
aku juga merasakan rasa dendam.
apakah itu baik dari segalanya.
keluargaku dimana semuanya.
sakit sekali rasanya hati ini melihat semuanya terasa legam.
ayah, ibu, kakak, paman, bibi.
dimana kalian semua.
aku duduk sendiri disini.
temanilah aku, aku butuh kalian semua.
aku rindu
rindu dimasa-masa bersama kalian.
kita bercanda bersama, kita berlibur bersama dan disana ada aku.
aku rindu sekali kalian.
ayah, ibu, paman, bibi.
tidakkah kau tahu, aku disini sendiri.
aku menangis dan sendiri, tidak ada lagi yang mau menemani aku lagi ya.
apakah keadaan ini kalian anggap indah.
aku tidak mengerti terhadap jalan pikiran kalian.
dulu, kau tuturkan kepadaku tentang cinta kasih sayang terhadap keluarga.
apakah seperti ini yang kalian maksud dengan cinta kasih sayang terhadap keluarga.
cinta pertamaku adalah kalian.
jangan kalian hancurkan cinta pertamaku.
jangan kalian hancurkan harapanku.
kalian begitu aku banggakan.
kalian yang begitu tinggi-tinggikan.
ayah, ibu,paman, bibi.
dimana kalian semua.
Label: PUISIKU
post by KOJIRO IRAWAN TRI JAYANTO di 3:35 PM 0 komentar
PROTES
aku merasa tuhan tidak adil kepadaku.
kenapa mereka kaya sedangkan aku tidak.
ini terasa sesak.
aku terbelenggu.
terbelenggu dengan kenestapaan.
seharian aku banting tulang sana-sini, tidak ada perubahan yang signifikan.
aku masih tetap miskin.
tidak bisa aku pecahkan tembok labirin.
mereka yang kaya semakin kaya.
aku yang miskin semakin tambah miskin.
aku tidak tahu harus berbuat apa.
pemimpinku, apa yang sedang kau lakukan pada kaum miskin.
aku merasa semakin sesak dan menyakitkan.
kenyataan hidup yang sulit aku jalani.
kenyataan hidup yang semakin pesakitan.
aku menagis dan berteriak dengan keadaan saat ini.
apakah kau mendengarkan suaraku.
apakah kau tuli.
kamu mengacuhkanku.
kamu tidak perduli padaku lagi.
sesaat kau membutuhkanku.
dalam waktu yang lama kau mengacuhkanku.
jangan kau kotori ramadhanku dengan kebohongan hati.
jangan kau kotori bulan suci.
ya tuhan, haruskah aku menyerah dengan keadaan seperti ini.
ya tuhan, haruskah aku mencaci makinya.
aku mohon kepadaMu, berikanlah hambaMu ini kekuatan ghaib.
supaya aku bisa meghilangkan besarnya aib.
aib yang selama ini telah mengakar dari dulu.
aib yang telah diketahui khalayak umum.
kesadaran dan kejujuran sudah lama terkungkum.
terkungkum dengan kebusukkan hatimu.
keserakahan yang semakin menggila.
keserakahan yang semakin menghancurkan.
menghancurkan segala-galanya.
hingga hilangnya kata kemerdekaan.
matrealistis menjadi tujuan utama saat ini.
apakah dengan begitu, kita baru bisa menikmati segalanya.
seakan semuanya menjadi lebih berarti.
seakan semuanya menjadi lebih bahagia.
Label: PUISIKU
post by KOJIRO IRAWAN TRI JAYANTO di 2:31 PM 0 komentar


















